Kerak atau Noda Biasa? Cara Membedakannya Sebelum Membersihkan
Noda di kamar mandi tidak selalu kerak. Mengenali jenis noda membantu Anda memilih cara yang tepat, dan tidak memakai pembersih kuat untuk noda yang sebenarnya cukup dilap.
Ciri-ciri kerak
- Berwarna putih, kekuningan, atau kecokelatan.
- Terasa kasar dan keras bila diraba, tidak hilang dengan lap basah atau sabun.
- Muncul di tempat yang sering basah lalu kering: garis air kloset, sekitar lubang wastafel, kaca shower.
Noda lain yang sering tertukar
| Jenis | Ciri | Cara awal |
|---|---|---|
| Sisa sabun | Lapisan putih licin atau berminyak, mudah tergores kuku | Air hangat dan sabun, lalu bilas |
| Jamur | Bintik hitam, hijau, atau merah muda di nat, karet, dan sudut lembap | Pembersih khusus jamur sesuai labelnya; perbaiki ventilasi |
| Karat | Oranye kecokelatan, sering di dekat benda logam | Singkirkan sumber logamnya; pakai pembersih yang ditujukan untuk karat |
| Debu & sidik jari | Hilang dengan lap basah | Lap biasa |
Tes sederhana
- Lap dengan kain basah. Bila hilang, itu kotoran biasa.
- Gosok pelan dengan sabun. Bila hilang, kemungkinan sisa sabun.
- Bila tetap ada, terasa kasar, dan berada di area basah-kering, kemungkinan besar kerak.
Bila memang kerak
Pakai pembersih kerak pada permukaan yang sesuai labelnya. VOLKA, misalnya, untuk lantai toilet yang tidak mengkilap, kloset, wastafel, dan kaca/cermin, dan tidak disarankan untuk lantai mengkilap (keramik glossy), marmer, granit, terasso/ubin, dan stainless tipis. Pakai sarung tangan, oleskan dengan kuas, lalu bilas sampai bersih.
Hasil pembersihan bisa berbeda tergantung jenis permukaan dan ketebalan kerak.