Kamar Mandi Bau Tidak Sedap: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kamar mandi sudah dibersihkan, tapi bau tidak sedap tetap ada? Pengharum ruangan hanya menutupi sementara. Kuncinya adalah menemukan sumber bau, lalu mengatasinya.
Sumber bau yang paling sering
1. Saluran pembuangan yang kering
Banyak floor drain dan wastafel memiliki penahan bau berisi air (sering disebut leher angsa atau sifon). Bila kamar mandi jarang dipakai, airnya menguap dan bau dari pipa naik. Solusinya sederhana: siram saluran dengan air, terutama di kamar mandi tamu yang jarang dipakai.
2. Saluran kotor
Rambut dan sisa sabun yang membusuk di saringan menimbulkan bau. Bersihkan saringan secara rutin.
3. Kloset dan sekitarnya
Kotoran di bawah bibir kloset, sela dudukan, dan lantai di sekitar dasar kloset sering terlewat. Bersihkan juga bagian luar dan dasar kloset.
4. Ventilasi kurang
Ruangan yang selalu lembap mudah berbau apak. Buka jendela atau nyalakan exhaust fan setelah mandi.
5. Kebocoran atau sambungan longgar
Bau yang menetap di sekitar dasar kloset atau pipa bisa menandakan sambungan bocor. Ini perlu diperiksa tukang.
Langkah mengatasi
- Buka ventilasi dan cari titik bau terkuat.
- Siram semua saluran dengan air untuk mengisi kembali penahan bau.
- Bersihkan saringan saluran, kloset (termasuk bagian luar dan dasarnya), dan lantai.
- Keringkan kamar mandi.
- Bila bau tetap ada setelah 1–2 hari, minta tukang memeriksa pipa dan sambungan.
Kerak juga bisa ikut berperan
Lapisan kerak di kloset menjadi tempat kotoran menempel, sehingga kloset terasa sulit benar-benar bersih. Membersihkan kerak secara berkala adalah bagian dari perawatan kamar mandi secara keseluruhan.